Jumat, 24 Februari 2012

Tutorial Bahasa Jerman 2-KONJUGASI KATA KERJA (KONJUGATION DER VERBEN)


Pola kalimat dalam Bahasa Jerman adalah sbb:
  • Posisi predikat selalu di nomer 2
  • Posisi subyek selalu di dekat predikat, boleh di posisi 1 atau 3
  • Awal kalimat selalu besar hurufnya
  • Kata benda juga selalu menggunakan huruf besar di awalnya
  • Sie (Anda) selalu besar huruf S nya, di manapun posisinya.

Jadi, subyek tidak harus selalu di posisi pertama. Bisa saja posisi pertama ditempati oleh obyek atau keterangan.

Predikat biasanya berisi kata kerja/ Verb atau bisa juga kata kerja bantu/ to be/ sein. Kata kerja mempunyai bentuk yang berbeda-beda sesuai subyeknya. Atau biar gampang kita gunakan contoh dalam Bahasa Indonesia:

  • Kata makan, apabila subyeknya saya ada tambahan e, jadi makane. Contoh kalimat: Saya makane Pizza.
  • Kata makan, untuk subyek kami ada tambahan en, jadi makanen. Kami makanen bersama-sama di warung, dst.

Jadi untuk satu kata “makan” mempunyai bentuk yang berbeda-beda dalam kalimat tergantung pada subyeknya. Daftar rumusnya seperti ditampilkan dalam gambar diatas,

Penjelasan:
  1. Jika mencari kata kerja di kamus cirinya mempunyai akhiran en. Contoh: heiβen, kommen, lieben, machen, tragen, dll.
  2. Untuk mendapatkan kata kerja sesuai subyeknya (konjugasi), kita cari bentuk dasarnya(Stamm) dulu. Caranya hilangkan en dari kata dasarnya. Contoh: kommen dihilangkan en nya menjadi komm, maka bentuk dasarnya adalah komm. Kata wohnen dihilangkan en nya menjadi wohn, maka Stammnya adalah wohn.
  3. Jika sudah mendapatkan Stamm nya, tinggal kita tambahkan akhiran (Endung) sesuai Subyeknya. Misal: untuk Subyek ich mendapatkan Endung e, maka kata wohnen menjadi wohne. Untuk kata kommen menjadi komme. Untuk Subyek er mendapatkan Endung t, sehingga kommen menjadi kommt, & wohnen menjadi wohnt.Dst.
  4. Mungkin Anda bertanya-tanya, jika banyak kata ganti bernama sie, bagaimana membedakannya dalam kalimat? Unuk Sie yang artinya Anda, baik tunggal maupun jamak, huruf S nya akan selalu besar dimanapun posisinya. Untuk sie yang lain, ketika masuk dalam kalimat akan kelihatan sie yang dimaksud yang mana, dilihat dari predikatnya. Karena setiap sie memiliki rumus konjugasi yang berbeda.

Contoh-contoh kata kerja dalam kalimat:
  • Wir kommen aus Berlin. (Kami berasal dari Berlin.)
  • Er wohnt in Jakarta. (Dia tinggal di Jakarta.)
  • Sie besucht ihre Mutter in Ambon. (Dia mengunjungi ibunya di Ambon.)
  • Besichtigt ihr Ubud und Tanah Lot? (Apakah kalian melihat-lihat Ubud dan Tanah Lot?)
  • Was machen sie in Amerika? (Apa yang mereka lakukan di Amerika?)



*** Ok, bis spater!***